Sektor Gas, Energi Baru dan Terbarukan (GEBT) merupakan sektor bisnis yang semakin penting bagi Pertamina mengingat peranannya di masa depan sebagai sumber energi primer menggantikan peran sumber energi dari minyak bumi dan batu bara.

Sektor GEBT berada di bawah kendali Direktorat Gas, Energi Baru dan Terbarukan yang bertanggung jawab untuk memberikan arah, kebijakan dan strategi di seluruh mata rantai bisnis gas, mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan bisnis gas di Anak Perusahaan, serta memberikan persetujuan dan memantau realisasi proyek-proyek investasi yang dieksekusi oleh Anak Perusahaan. Tercakup di dalamnya adalah pelaksanaan pengelolaan bisnis liquefied natural gas (LNG) dan liquefied petroleum gas (LPG) berdasarkan penunjukan/penugasan dari SKK Migas serta penjualan CNG (Transportasi).

Pada segmen bisnis LNG di Indonesia, Pertamina berperan dalam 2 aspek bisnis, yaitu:

  1. Sebagai salah satu pemilik bisnis LNG hilir dengan kepemilikan saham pada:
    • Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Teluk Jakarta, dengan porsi 60% pada PT Nusantara Regas, bersama dengan pemilik saham lain yaitu PT PGN (Persero), Tbk.
    • Perta Arun Gas yang merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina Gas sebagai operator Arun Regasification & Terminal LNG.
  2. Sebagai penjual LNG untuk kontrak-kontrak eksisting dari kilang Badak - Bontang, termasuk kontrak perpanjangan pembeli Jepang. Pertamina juga berperan sebagai penjual LNG bagian negara untuk kontrak dengan pembeli Tohoku Electric, Jepang dari kilang LNG Tangguh. Sejak tahun 1977, Pertamina telah mengembangkan pasar LNG dengan mengoperasikan Kilang LNG Arun - Aceh dan Badak - Bontang. Penjualan LNG Indonesia telah merambah pasar ekspor ke Jepang, Korea dan Taiwan.

Pada segmen bisnis CNG dan Gas Kota (City Gas), Pertamina membangun dan merevitalisasi infrastruktur CNG untuk mendukung program diversifikasi BBM ke BBG dan mengurangi subsidi BBM berdasarkan penugasan pemerintah kepada Pertamina sebagai pelaksana penyediaan dan pendistribusian bahan bakar CNG. Ke depan, pengembangan CNG diharapkan dapat memaksimalkan peluang di hilir sebagai cara untuk mengembangkan portofolio bisnis hilir.

Pertamina mendapat penugasan dari pemerintah untuk mengelola jaringan pipa distribusi gas bumi untuk rumah tangga yang yang dikenal dengan City Gas yang dibangun oleh Pemerintah cq Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi di kota-kota yang ditentukan pemerintah. Untuk mengelola bisnis City Gas, Pertamina menugaskan Anak Perusahaan yang memiliki ijin niaga gas, yaitu Pertagas Niaga.

Pada segmen bisnis power dan renewable energy, Pertamina berkomitmen untuk melakukan diversifikasi usaha ke segmen energi baru dan terbarukan sebagai dukungan atas program pemerintah untuk bauran energi yang menargetkan porsi energi baru dan terbarukan sebesar 25% pada tahun 2025.