PHE WMO Gandeng ITS dan Universitas Trunojoyo

PHE WMO Gandeng ITS dan Universitas Trunojoyo

PHEWMO TrunojoyoSurabaya - Sadar akan potensi perguruan tinggi dalam negeri dalam menelurkan berbagai temuan yang mendukung kinerja perusahaan, Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Trunojoyo Bangkalan (UTB).


Kerjasama ini ditandangani Senior Executive Vice President and General Manager PHE WMO Imron Asjhari dengan Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono, di gedung Rektorat ITS dan juga dengan Rektor UTB Prof Arifin di Bangkalan, Senin siang (18/3).


"Sudah banyak hasil riset dari ITS yang kami manfaatkan, salah satunya studi pipa warisan Kodeco Energy yang melintas di Alur Pelayaran Barat Surabaya. Kami berharap kedepan bisa terjalan kerjasama yang lebih baik lagi," kata Imron.


Dalam konteks kerjasama ini, Imron juga membuka diri jika ada mahasiswa dari ITS dan UTB yang ingin magang ataupun melakukan penelitian di lingkungan PHE WMO. "Silakan jika ada mahaiswa yang ingin magang atau melakukan penelitian di PHE WMO. Kami tunggu proposalnya," kata imron.


Menurut Triyogi, antara ITS dan Pertamina selama ini telah terjalin kerjasama. Penandatanganan naskah kerjasama antara PHE WMO dan ITS merupakan peningkatan kepercayaan atas manfaat kerjasama selama ini. "Kami berterima kasih atas kerjasama ini. Kami akan jaga kepercayaan Pertamina dengan ide-ide serta inovasi -inovasi untuk memperkuat konten lokal kegiatan produksi PHE WMO," papar Triyogi. Ia menambhakan keberhasilan Pertamina mengelola Blok WMO yang dulunya dikelola Kodeco Energy harus didukung karena hal itu menjadi kebanggaan nasional.


Di tempat terpisah, Rektor universitas Trunojoyo Bangkalan Arifin mengharapkan PHE WMO tidak perlu ragu mengajak kerjasama pihaknya. "Kami punya 7.600 mahasiswa yang punya komitmen kuat membangun daerahnya.

 

Mereka bisa menjadi patner yang startegis bagi PHE WMO dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengimplementasikan tanggung jawab sosial di wilayah operasi," kata Arifin.


Usai pemandatanganan MoU Imron Asjhari menjadi dosen tamu di Universitas Trunojoyo. Dalam kesempatan tersebut, Imron menjelaskan, sejak zaman kolonial Belanda, Pulau Madura sudah menarik perhatian geolog karena keberadaan api abadi yang menjadi salah satu indikasi adanya kandukungan mihgas di Pulau Madura. "Tapi dari dulu yang ketemu baru kandungan kecil. Kandungan yang besar justru ada di Sebelah Utara dan Selatan Pulau Madura," kata Imron.


Pada bagian lain Imron memaparkan, dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di Blok WMO, Pertamina selalu mengedepankan aspek kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. "Kami juga mengedepankan tanggung jawab sosial pada masyarakat melalui program CSR. Bahkan kami melibatkan nelayan untuk membantu kami menjaga lingkungan dan mengawasi daerah produksi," katanya. (PHE-WMO)

Share this post