Perkembangan Terbaru Penanganan Dampak Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Utara Karawang

JAKARTA- Hingga kini Pertamina terus melakukan upaya terbaik untuk mengembalikan Pesisir Pantai Utara Karawang ke keadaan semula seperti sebelum terjadinya tumpahan minyak di salah satu anjungan milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Hal ini langsung dikemukakan oleh Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu pada konferensi pers di Gedung Mina Bahari 4 Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (1/8/2019).

Dharmawan H Samsu menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas bagi Pertamina, baik keselamatan karyawan yang bekerja di anjungan lepas pantai maupun masyarakat sekitar di area kerja tersebut. “Patroli udara dan laut terus dilakukan dengan patroli udara bersama Pelita Air menggunakan helikopter Bolkow NBO-105 termasuk melakukan geotagging surveillance, patroli air dengan Kapal Patroli ditpolair Baharkam POLRI di Perairan Karawang, dan operasional pembersihan crude bersama nelayan mitra binaan Ditpolair Baharkam,” ungkapnya.

“Kami telah melakukan penanganan maksimal di offshore dengan melakukan beberapa lapisan penanganan dan pengelolaan oil spill di sekitar anjungan, di antaranya memasang 2.450 meter sttic oil boom untuk menghadang oil spill dari sumber utama, memasang 2x200 meter movable oil boom untuk menghadang oil spill yang lepas dari sumber utama, menggunakan tiga skimmer untuk mengangkat dan menyedot oil spill, serta menggunakan 39 kapal untuk menampung sementara oil spil, patroll dan standby firefighting,” papar Dharmawan. 

Selain memaksimalkan penanganan di offshore, Pertamina juga berupaya meminimalisasi dampak di onshore.  Direktur Utama PHE Meidawati menjelaskan, pihaknya dibantu oleh masyarakat sekitar pantai untuk mengumpulkan limbah tumpahan minyak yang sampai ke pesisir pantai. “Penanganan di onshore dilakukan secara masif. Kami melibatkan masyarakat sekitar yang dibekali dengan  Alat Pelindung Diri (APD)  lengkap seperti baju Tyvek, sarung tangan karet, sepatu boot, dan masker. Kami juga  menyiapkan sekop, trashbag dan karung untuk membungkus limbah tersebut juga agar tidak mengganggu biota laut dan aman untuk dipindahkan ke tempat pembuangan limbah yang telah ditentukan. Kami juga memberikan kompensasi sebagai pengganti jerih payah mereka,” jelasnya.

 

Menurut Meidawati, TNI dan POLRI juga  ikut membantu penanganan di onshore.• IDK

Share this post