09 Nop 2017 15:00

Pertamina Siap Kelola Mahakam

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) telah terbukti berpengalaman dalam megelola blok paska terminasi sekaligus meningkatkan produksi migas di lapangan-lapangan tersebut. Saat ini, Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) siap melaksanakan pengelolaan Blok Mahakam. Kesiapan tersebut sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendorong ketahanan energi nasional. Setidaknya dari Blok Mahakam, Pertamina akan memberikan tambahan kontribusi sebesar 24% dari total produksi migas nasional.


Salah satu contoh keberhasilan Pertamina mengelola blok migas paska terminasi antara lain ketika Pertamina mendapatkan hak operatorship untuk lapangan Offshore North West Java – ONWJ pada tahun 2009. Setelah lima tahun berjalan, blok di Pantai Utara Jawa Barat tersebut mencatatkan trend peningkatan produksi hingga 12%. Dimana produksi migas dari 23.1 MBOPD pada tahun 2009, meningkat menjadi 40.3 MBOPD. Demikian halnya dengan pengelolaan blok West Madura Offshore (WMO) yang diambil alih dari Kodeco pada 2011. Dalam kurun waktu empat tahun, Pertamina mampu meningkatkan produksi sebesar 14%, yakni dari 13.7 MBOPD di tahun 2011 menjadi 20.3 MBOPD.


“Kami optimis bisa menjaga tingkat produksi di Blok Mahakam, dimana telah melakukan pengeboran 11 sumur di Tunu dan Handil Field, dari 15 sumur yang akan dibor Pertamina hingga tahun 2018,” jelas Bambang. Untuk mendukung pengeboran tersebut, Pertamina telah menginvestasikan dana sebesar 160 juta USD.

Khusus untuk Mahakam, PHI telah menyiapkan berbagai strategi untuk tetap menjaga produksi migas dengan memastikan keberlangsungan kegiatan pemboran dan Well Intervention di wilayah kerja Mahakam pada saat peralihan dari Total E&P Indonesie (TEPI) ke Pertamina pada 1 Januari 2018. Kami juga telah menyelesaikan 5 rencana pengembangan lapangan/ POFD (Plan OF Further Development) di tahun 2017 untuk mendukung kegiatan pemboran pada tahun 2018, serta melaksanakan optimalisasi pengadaan rig dan material untuk menunjang kegiatan pemboran. Pengelolaan blok Mahakam nantinya akan dilaksanakan oleh Pertamina Hulu Mahakam yang merupakan anak usaha dari Pertamina Hulu Indonesia.

Bambang menambahkan, selain mengelola Blok Mahakam, Pertamina melalui PHI juga siap untuk mengelola beberapa blok terminasi lainnya, seperti Sanga-sanga & Attaka, serta Intergrasi Tengah-K. Menurutnya upaya tersebut sebagai langkah strategis Pertamina sebagai NOC yang mengemban tugas dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Tentu saja dalam menjalankan bisnisnya, PHI senantiasa berkomitmen dalam pengelolaan aspek QHSSE (Quality, Health, Safety Security and Environment), menjaga serta meningkatkan produksi untuk ketahanan energi nasional, mengembangkan SDM yang ada, serta meningkatkan pemanfaatan inovasi teknologi yang semuanya bermuara pada penguatan bisnis sektor hulu.

Pertamina yakin sumber daya manusia Indonesia mampu melaksanakan amanat menjaga ketahanan energi Indonesia. “Para pejuang energi di Blok Mahakam adalah bangsa kita sendiri. Setelah diambil alih Pertamina, rasa nasionalisme mereka akan lebih kental. Karena mereka turut menjaga ketahanan energi bangsa,”kata Bambang. Hingga saat ini proses peralihan status pekerja sudah hampir selesai, 98 persen pekerja akan langsung bergabung dengan Pertamina, sementara sisanya memasuki masa pensiun dan alasan pribadi.

 

Tentang Pertamina :
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi terintegrasi di Indonesia. Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tata kelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama.

Pertamina memiliki lebih dari 59 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia. Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Pertamina merupakan pioner untuk pengembangan bisnis Liquefied Natural Gas (LNG). Pertamina menjalankan bisnisnya secara terpadu dan berpegang pada prinsip-prinsip komersial yang kuat.Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 250 juta rakyat Indonesia.


Tentang PHI :

Pertamina Hulu Indonesia (PHI) adalah Anak Perusahaan Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) yang dibentuk sejak 28 Desember 2015 sebagai tindaklanjut Pertamina atas keputusan Pemerintah Republik Indonesia untuk menugaskan Pertamina mengelola aset Blok Mahakam yang PSC kontraknya akan berakhir pada 31 Desember 2017. Selain mengelola aset Blok Mahakam, PHI juga ditugaskan oleh Pertamina (Persero) untuk mengelola aset Blok Sangasanga dan Attaka yang akan berakhir kontraknya pada 2018.

Visi PHI sejalan dengan visi korporasi yaitu menjadi Perusahaan minyak dan gas kelas dunia dengan misi mengelola usaha minyak dan gas dengan penciptaan nilai tambah bagi pemangku kepentingan paradigma industri berkelas dunia; inovasi teknologi, penguatan usaha dan kinerja operasi ekselen. Pengelolaan PHI dilakukan untuk melaksanakan mandat Pemerintah dengan mengutamakan peningkatan produktivitas baik volume maupun value yang dihasilkan, mengutamakan QHSSE, tranformasi proses, pengelolaan sumberdaya manusia, penguasaan teknologi dan komersialisasi yang berdaya saing.

Dibaca sebanyak : 1143

Kontak Media

 

Versi Beta | Dalam Tahap Pengerjaan

Tampilan terbaik website ini menggunakan browser Mozilla Firefox 5.0 atau versi yang lebih tinggi

Hak Cipta © 2012 PT Pertamina. Semua Hak telah Diberikan