Berita Kegiatan Pertamina
| Pelumas Pertamina sudah masuk Australia. Target selanjutnya Oman, China, dan Vietnam. |
| Jakarta, Kamis, 19 Nopember 2009 (08:11) | |
![]() Tanda-tanda sang raksasa mulai menggeliat mulai tampak. Salah satunya lewat dirambahnya pasar luar negeri. Pertamina, mulai mengibarkan bendera di manca negara. Australia salah satunya. Pelumas produk Pertamina merek Fastron, Meditran, dan Prima XP, merek yang biasa diliat di bengkel-bengkel Indonesia, kini terpajang rapi di rak-rak bengkel OliMart di kawasan Enmore, Sydney. Pelumas buatan Pertamina diterima baik di Australia, sebuah negara yang warganya terkenal rasional, mengutamakan kualitas, dan representasi komunitas masyarakat maju. Lewat strategi pemasaran di Australia itulah Pertamina menunjukkan kepada seluruh pelanggannya bahwa mobil mewah yang seliweran di Australia juga memakai oli buatan Pertamina. Ke depan, sejumlah negara juga dibidik. "Tiga bulan ini persiapan pembukaan di Oman," kata Redesmon Munir, Group Head Brand and Communication Lubricant Business Unit Pertamina Pelumas. Memang sampai sekarang pelumas Pertamina masih menjadi raja di Indonesia menguasai lebih dari 54 persen pangsa pasar. "Bahkan untuk sektor industri, market share Pertamina lebih tinggi, hampir 65 persen," Redesmon menambahkan. Kalau dijabarkan Pertamina bisa dikatakan unggul di bidang pelumas karena memiliki semua yang dibutuhkan konsumen. Dari jenis oli misalnya, Pertamina memiliki oli sintetik dan mineral. Untuk mesin-mesin baru di otomotif misalnya membutuhkan oli sintetik. Karena teknologinya membutuhkan oli yang lebih encer daripada oli mineral. Pelumas mineral dibuat di Unit Produksi Pelumas (UPP) Cilacap. Di sinilah dibuat oli bermerek Prima XP, Meditran, Mesran. Sedangkan pelumas sintetik dihasilkan di Dumai, Riau. Hasilnya adalah Fastron dan Enduro. "Kita mumpuni karena punya produk dari seluruh lini. Mau sintetik ada mineral pun tersedia," tutur Redesmon. Ada empat bagian pokok yang membuat Pertamina layak menguasai pasar Pelumas. Yakni, memiliki resources atau bahan dasar pembuatan pelumas, kilang atau tempat pengolahannya, sumber daya manusia yang berkompeten, dan konsumen yang loyal. Tambahan lagi, resources atau bahan pembuat pelumas sintetik keluaran Dumai merupakan yang terbaik di kelasnya. Jadi, dari sisi resources Pertamina yang terbaik. Lalu dari sisi kilang atau pabriknya, Pertamina memiliki UPP yang tercanggih. UPP di Gresik telah melakukan proses inline blending. "Pencampuran antara base oil dan zat aditif dilakukan dipipa dan terkomputerisasi," ujar Redesmon. Dari sini akan dihasilkan produk berkualitas tinggi dan presisi. Berbagai pengakuan dari pabrikan dunia internasional juga sudah didapatkan pelumas Pertamina. Sebutlah Komatsu, Niigata, Caterpillar, Wartsila, dan masih banyak lagi telah memberikan sertifikasi. Sertifikat dari American Petroleum Institute (API), Japanese Automobile Standard Organization (JASO), Association des Constructeurs European d'Automobiles (ACEA) sudah dikantongi. Beberapa pabrikan otomotif, seperti Volvo dan DaimlerChrysler juga telah memberikan pengakuannya. Berbekal kemampuan seperti itu, kini Pertamina telah menjejakan kaki di manca negara. Mengharapkan pada 2015 bisnis pelumas Pertamina di Australia sudah mencapai diatas 5.000 KL/tahun. Sementara itu, pasar luar negeri terus diperluas. Sudah pasti, pasar yang sudah terjangkau pertamina, yaitu Belgia, Pakistan UAE, Myanmar, Singapore, Taiwan dan lainnya akan bertambah. Raksasa bernama Pertamina itu mulai menunjukkan jati dirinya. |
