Pengantar Redaksi :
Beberapa waktu terakhir ini
mungkin kita banyak membaca berita tentang kegiatan Pertamina Hulu Energi. Terakhir,
adalah saat PHE mengakuisisi working interest operatorship yang dimiliki BP
West Java Ltd (BPWJ) senilai 280 juta dollar AS di blok Offshore North West Java
Producttion Sharing Contract (ONWJ PSC).
Untuk itu, kami sempat mengikuti
acara town hall
meeting jajaran manajemen
dan pekerja ONWJ dengan direksi PHE pada Kamis (16/7).
Berikut petikan sambutan
Presiden Direktur PHE Bagus Setiardja, yang kami susun dalam bentuk tanya jawab.
Apa r encana PHEuntuk ONWJ ini?
Merupakan suatu kebanggaan bagi kami, Pertamina,
khususnya Pertamina Hulu Energi, mengakuisisi suatu blok yang sedemikian solid,
terutama para pekerjanya. Kemudian kita lihat dalam beberapa minggu ini, produksinya
sudah sedemikian meningkat. Kinerja HSE-nya sedemikian tinggi.
ONWJ adalah suatu momentum bagi kami, Pertamina
Hulu Energi, untuk belajar. Pertamina akan belajar dari para pekerja di sini. Kami ingin belajar
bagaimana mengelola HSE dengan baik dan bagaimana meningkatkan produksi Pertamina secara keseluruhan
dengan sempurna. Semua ada disini.
Jadi Pertamina akan lebih banyak belajar dari
ONWJ.
Apakah hanya itu saja?
Tidak hanya itu, kami juga ingin memperlihatkan
apa sebetulnya Pertamina.Kalau orang mendengar nama Pertamina, pasti citranya
negatif. Betul, kan? (Suara yang hadir di ruangan tertawa - Red.)
Betul, itu yang kami rasakan juga. Karena Pertamina
selalu diteropong oleh mikroskop, yang baik-baik akan hilang. Karena demikian
konsentrasinya, orang hanya melihat KKN-nya saja. Dan itu adalah tantangan kita semua. Karena Anda semua
sekarang adalah bagian dari kita, ini tantangan kita untuk memperlihatkan bahwa
Pertamina tidaklah seperti itu. Pertamina sedang bertransformasi.
Terima kasih banyak atas momentum ini, karena
kami ingin menjelaskan seperti apa sih, Pertamina Hulu Energi
itu. Tadi Pak Tenny (Ignatius Tenny Wibowo, Executive VP Java - Red.) mengatakan PHE adalah Pertamina Hari Esok. Jadi kita mulai saja overview mengenai PHE ini.
Ya, banyak yang mungkin belum mengenal PHE
ini. Bisa dijelaskan?
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 tentang
Migas, Pertamina tidak boleh mem-brief yang namanya sektor hulu
dan hilir. Tidak boleh ada kegiatan hulu dan hilir. Sektor hulu, kalau mau dipegang
oleh Pertamina, maka itu harus dipisahkan dari induknya.
Karena itu lalu kita membuat sub beberapa anak
perusahaan. Banyak sekali di
persero, untuk hulu, subsidiaries
company. Jadi kita membentuk
yang namanya Pertamina Hulu Energi (PHE). PHE Ini mengelola wilayah kerja di
luar Pertamina EP, seperti joint operating body (JOB) dan Pertamina participating
interest dimana Pertamina punya
PI di beberapa KPS, ada yang 10 persen sampai dengan 50 persen. Itulah yang
dikelola oeh PHE.
Selain itu PHE juga tidak boleh by law, karena undang-undang, memiliki begitu banyak wilayah
kerja. Makanya, kita membagi lagi menjadi anak-anak perusahaan Pertamina Hulu,
tetapi paper company .
Apakah PHE membuat kebijakankebijakannya sendiri?
PHE merupakan strategic outlet (?). Jadi kebijakankebijakan ada di tingkat PT Pertamina
(Persero). Strategi-strategi yang akan dilakukan oleh PHE itu didrive dari persero atau tepatnya dari Pertamina Hulu. Jadi di
Pertamina (Persero) pun masih ada Pertamina Hulu. Semua uang dan semua kebijakan
itu, hanya lewat saja di rekeningnya PHE. Jadi kita sangat dikontrol oleh persero.
Bagaimana dengan bisnis PHE?
Pertamina Hulu Energi memiliki 8 JOB.
Kontraknya adalah kontrak BEP. Jadi ada di Tomori, Sulawesi, berpartner dengan Medco. Kemudian di Jambi Merang,
kita berpartner dengan Hess dan Pacific Oil and Gas, punya 50 persen disitu.
Kemudian di Simenggaris, bekerjasama dengan Medco. Kemudian di Salawati,
kerjasama dengan PetroChina. Di Tempirei, kita berpartner dengan national oil company juga, Golden Spike. Kemudian di Gebang, North
Sumatera , kita berpartner dengan Costa, yang dimiliki oleh Energi Mega
Persada, kelompoknya Bakrie. Kemudian di Ogan Komering kita berpartner dengan
Talisman. Dan di Tuban East Java, kita berpartner dengan PetroChina.
Ini semua adalah delapan JOB, dimana PHE adalah
operatornya. Jadi Pertamina yang merupakan operator di sini. Kemudian ada yang baru,
yaitu PT PHE ONWJ, yang merupakan keluarga baru kami. Selain itu ada pula yang PHE bukan sebagai operator. Ada 11
disini.
Di overseas, kami ada di Blok Irak.
Di Libya, kita punya dua blok. Kemudian di Qatar, di blok 3. Di Australia juga
ada, yang baru kita beli tahun ini.
Jadi PHE, memang cukup agresif untuk membeli
blok-blok, karena kembali apa yang tadi dikatakan Pak Tenny, PHE itu memang Pertamina Hari Esok. Ke depannya, grafik produksinya akan naik terus.
Selain itu, ada joint venture, kita bekerjasama dengan tiga perusahaan negara, tiga NOC. Di Blok SK 305,
Malaysia, kita bekerjasama dengan Petronas dan Petrovietnam. Di Vietnam, juga
ada kerjasama demikian. Dan di Indonesia juga ada, yaitu Blok Randugunting.
Disini ada Pertamina EP Randugunting, tetapi sedang dalam proses untuk
dimasukkan ke dalam PHE. Lalu ada satu lagi, yang kita ikut kerjasama di Sudan.
Kita punya 15 persen saham disana.
Sebenarnya, apa visi dan misi PHE?
Visi kami dari PHE, seperti
visi kebanyakan perusahaan, adalah menjadi perusahaan minyak kelas dunia di sektor hulu. Karena kita sudah ke overseas, mau tidak mau kita harus ke
situ. Misinya adalah kita ingin melakukan operasi dan portofolio sektor hulu
secara profesional. Seperti biasa, kita ingin mendapatkan revenue terbesar untuk Pertamina.• UHK
|