MEDIA PERTAMINA
| Edition No. 39/XLI, 26 September 2005 | |
| Berita |
PT PERTAMINA EP PUN BERGERAK |
|
PT Pertamina EP telah berdiri. Di depan tantangan sudah menghadang. Tantangan bagi perusahaan migas Indonesia. PT Pertamina EP merupakan Anak Perusahaan dari PT Pertamina (Persero) yang harus dibentuk sesuai dengan UU No. 22/2001 dan Peraturan Pemerintah No. 35/2004. Terhitung sejak tanggal 13 September 2005, PT Pertamina EP telah resmi diberlakukan.
Demikian disampaikan Direktur Hulu Hari Kustoro pada acara sosialisasi implementasi PT Pertamina EP yang berlangsung di Auditorium Gedung Kwarnas Jakarta, Rabu (21/09). Turut hadir mendampingi Direktur Hulu Hari Kustoro, Direktur Utama PT Pertamina EP Kun Kurnely, Direktur Operasi Subarkah Kustowo, Direktur Pengembangan Usaha Tri Siwindono, dan Direktur Keuangan Kariyo Santiko. Lebih lanjut Direktur Hulu Hari Kustoro menegaskan bahwa PT Pertamina EP dibentuk untuk menjalankan usaha Persero di dalam pengelolaan lahan migas pada wilayah kerja migas yang ada saat ini. PT Pertamina EP merupakan salah satu sub holding dari holding company PT Pertamina (Persero). Portofolio usaha hulu di bawah PT Pertamina EP meliputi pengelolaan Wilayah Kerja (WK), pengelolaan non WK (kelompok usaha gas dan jasa geothermal), serta jasa operasi eksplorasi dan produksi migas. PT Pertamina EP berperan sebagai Sub Holding bagi seluruh portofolio usaha tersebut. ?Saya berharap dengan terbentuknya PT Pertamina EP ini, dapat segera di sosialisasikan kepada seluruh pekerja lainnya. Sebab salah satu tujuan dibentuknya PT Pertamina EP adalah untuk meningkatkan keuntungan yang lebih baik bagi perusahaan maupun negara,? paparnya. Hal lainnya yang juga dikatakan oleh Direktur Hulu mengenai berhubungan dengan PT Pertamina (Persero), yaitu mengenai aspek bisnis dan pengelolaan perusahaan PT Pertamina EP, sebab EP sendiri masih memiliki misi yang harus dijalankan di antaranya mencari keuntungan dan kegiatan PSO (Public Service Obligation) dalam masalah migas dunia. Sementara itu Direktur Utama PT Pertamina EP Kun Kurnely mengatakan tidak ada sebuah perusahaan yang gagal dan bangkrut jika para pekerjanya memiliki komitmen bersama dengan perusahaan yang bersangkutan. Direktur Utama Kun Kurnely mengatakan ada dua strategi yang akan dilakukan oleh jajarannya. Pertama, strategi fungsional yang akan mulai melakukan pembenahan di bagian data, sarana infrastruktur, sarana produksi, sampai kepada masalah struktur organisasi sumber daya manusia. Sedangkan kedua, mengenai strategi usaha yang akan memulai dari porfolio bisnis manajemen. Proses perubahan yang dilakukan (2005 - 2008) adalah restrukturisasi korporasi, profitisasi, dan persiapan go public. |