Green Coke,
diproduksi di kilang UP II DUmai. Diproses dari senyawa karbon berbentuk padat menggunakan Delayed Cooking Unit yang mampu mengubah minyak berat ( short residu ) menjadi green coke .
Green Coke,
Mempunyai fraksi lebih berat jika dibanding BBM. Karena nilai kalornya lebih rendah antara 7.500-8.500 K.cal/Kg, tetapi jika dibandingkan dengan batubara (5.000-6000 K.cal/Kg), nilai kalor green coke lebih tinggi.
Green Coke,
Didistribusikan dalam bentuk curah (bulk).
Keunggulan :
Beberapa keuntungan Green Coke sebagai bahan bakar dibandingkan dengan Batubara adalah :
- Nilai kalori (Nett Calori Value) cukup tinggi (7000 – 8000 Cal/kg) dibandingkan batu bara (5000 – 6000 Cal/kg)
- Penimbunan mudah dan kurang polusi
- Proses pemecahan (grading) lebih mudah
- Kandungan abu lebih rendah (menekan biaya pencemaran)
Kapasitas Produksi
330.000 metrik ton/tahun.
Aplikasi / Kegunaan
- Bahan bakar (dicampur batubara) pada pabrik semen, peleburan logam, pembangkit listrik.
- Reduktor pada proses peleburan timah
- Bahan baku pembuatan calcined coke, yang digunakan sebagai bahan proses pengurai antara bubur alumina dengan material lainnya
Spesifikasi:
| No. |
Parameter |
Unit
|
Specification
|
Methods
|
Min
|
Max |
1
|
Moisture Content,
% wt |
- |
- |
- |
SNI
13-3476-94 |
2
|
Volatile Matter,
% wt (dry) |
- |
- |
14,50 |
SNI
13-3476-95 |
3
|
Ash Content, % wt
(dry) |
- |
- |
- |
SNI
13-3476-94 |
4
|
Carbon Content
(Fixed) % wt (dry) |
- |
80,00 |
- |
SNI
13-3476-94 |
5
|
Heating
Value |
Kcal/K |
7500 |
- |
SNI
13-3476-94 |
6
|
Sulfur Content %
wt (dry) |
g |
- |
0,70 |
SNI
13-3476-94 |
7
|
Particle size + 4
MESH |
- |
30,00 |
- |
GLC
C18 |
|