MEDIA PERTAMINA
| Edition No. 4/XLIII , 22 Januari 2007 | |
| Berita |
LGV : Inovasi Baru Energi Ramah Lingkungan |
|
Liquid Gas for Vehicle (LGV) merupakan bahan bakar gas yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor, yang terdiri dari campuran propane (C3) dan butane (C4). Dimana spesifikasinya di sesuaikan untuk keperluan mesin kendaraan bermotor yang menggunakan Spark Iqnition Engine.
LGV sangat sesuai digunakan pada kendaraan kecil seperti Bajaj, Taksi, angkot, kendaraan operasional kantor maupun pribadi, karena kapasitas tangkinya mempunyai daya muat yang banyak untuk menempuh jarak yang sama dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Serta mempunyai tekanan yang rendah (low pressure) lebih kurang 15kg/cm2. LGV sejak lama telah digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor di berbagai negara, antara lain America, Mexico, Rusia, Belanda, Jerman, Irlandia, Swedia, Finlandia, Italis, India, Turky, Jepang, China, Philipina, Thailand, Korea, Australia, dan New Zeland. Sedangkan di Indonesia LGV lebih cepat dapat dikembangkan sebagai energi subtitusi BBM guna mendukung percepatan Program Langit Biru dan diversifikasi energi di samping CNG/BBG. Mengapa LGV lebih unggul dari CNG (Compressed Natural Gas) dan BBG (Bahan Bakar Gas), karena LGV tersedia cukup banyak di dalam negeri, mempercepat program penggunaan gas di sektor transportasi, merupakan hasil Kilang Gas Pertamina, selain itu dapat menghemat subsidi BBM Premium yang digantikan oleh LGV, pertumbuhan SPBG LGV lebih mudah daripada SPBG CNG/BBG, memungkinkan diaplikasikan pada wilayah yang tidak atau belum terjangkau jaringan pipa gas, harga conversion kit LGV lebih murah daripada CNG atau BBG, dan tekanan kerja di mobil dan SPB LGV lebih rendah (maksimum 15 bar) dari pada CNB atau BBG (200 bar). PENANDATANGANAN BEBERAPA KERJASAMA ANTARA PEMERINTAH DENGAN INVESTOR Bersamaan dengan pameran juga dilakukan penandatanganan 16 kontrak Wilayah Kerja Migas 2006 dan 10 proyek Power Purchase Agreement (PPA) antara Pemerintah Indonesia dengan beberapa investor dengan total investasi senilai 201,038 juta dolar AS. Penandatanganan berlangsung di Jakarta, Selasa (16/1). Komitmen pasti tiga tahun pertama masa eksplorasi dari ke-16 KKS tersebut meliputi, studi geologi dan geofisika senilai 23,7 juta dolar AS. Survei seimik 3D seluas 1.280 kilometer persegi senilai 22,77 juta dolar AS, survey seimik 2D sepanjang 8.260 kilometer dan 900 kilometer repro senilai 29,168 juta kilometer dan komitmen pemboran sumur eksplorasi sebanyak 26 sumur senilai 125,40 juta dolar AS, sehingga total investasi untuk tiga tahun pertama masa eksplorasi adalah sebesar 201,038 juta dolar AS. Signature bonus yang akan diterima secara langsung oleh pemerintah adalah sebesar 25,45 juta dolar AS. Selanjutnya pada bulan Februari 2007 mendatang, Departemen ESDM akan mengumumkan pemenang lelang untuk 20 wilayah kerja (12 wilayah kerja baru dan 8 wilayah kerja available blok) Migas yang ditawarkan pada tahun 2006, yang memasukkan dokumen partisipasinya pada tanggal 26 Desember 2006 yang lalu. Pada kesempatan yang sama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyaksikan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) 10 proyek pembangunan pembangkit listrik dengan total kapasitas 423 MW antara PT PLN (Persero) dengan listrik swasta (IPP). Kerjasama antara PLN dengan 10 IPP diperkirakan akan menelan dana investasi sebesar 462,2 juta dolar AS dan Rp 158,9 miliar serta menyerap 2.120 orang tenaga kerja pada saat pembangunan dan 840 orang pada saat operasi. |