|Home|WebMail|FAQ|Site Map|Hubungi Kami

ARSIP MEDIA PERTAMINA

Arsip Berita
Arsip Editorial
Arsip Pojok Manajemen
Arsip Suara Pekerja
Selengkapnya (Download PDF Version)

MEDIA PERTAMINA

Edisi No. : 20/XLII , 15 Mei 2006   
Berita
BUMN Executive Breakfast Meeting: Menuju Ketahanan Energi Nasional
?Menuju Ketahanan Energi Nasional? menjadi tema BUMN Executive Breakfast Meeting yang dilaksanakan di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (10/5). Dalam kesempatan ini Dirut Pertamina memberikan penjelasan tentang kiprah Pertamina dalam menyediakan energi migas untuk kebutuhan dalam negeri serta dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Lebih lanjut dikatakan bahwa seluruh kalangan menginginkan adanya jaminan pasokan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam hal kuantitas, kualitas dan tepat waktu secara berkesinambungan untuk menunjang perekonomian nasional.
Dengan demikian kuncinya adalah ketersediaan dan keandalan pasokan migas secara berkesinambungan di seluruh wilayah kesatuan RI. ?Kita menghadapi berbagai isu-isu penting dimana Indonesia sekarang telah menjadi net oil importer. Jadi kita sebagai importir bukan saja bahan baku minyak mentah namun juga menjadi importir BBM. Dan itu terus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional meskipun ditengah-tengah tingginya harga minyak dunia,? papar Dirut.
Sementara itu Ari juga memaparkan mengenai ketergantungan masyarakat dan industri yang sangat besar terhadap minyak bumi dan BBM, dan realita adanya subsidi tertentu jelas sangat membebani keuangan negara.
Dengan demikian upaya dalam pengurangan pemakaian BBM di sektor listrik dibutuhkan investasi pembangkit non BBM dan sarana transportasi insfrastruktur batu bara serta gas alam.
?Jadi penggunaan BBM terbanyak saat ini adalah di sektor pembangkitan tenaga listrik dan pengalihannya sekarang ini banyak diupayakan masih pembentukan investasi yang sangat besar untuk pembangkit-pembangkit non BBM serta sarana transportasi insfrastruktur,? papar Ari.
Selain itu Dirut Ari H. Soemarno menjelaskan mengenai posisi Pertamina yang kerap kali dibandingkan dengan perusahaan migas di luar negeri.
Ari mengatakan, ?memang Pertamina merupakan BUMN atau perusahaan migas nasional, namun bila kita bandingkan dengan perusahaan-perusahaan migas nasional di negara tetangga, memang terus terang saja Pertamina masih harus mengejar bebagai hal untuk dapat setingkat dengan perusahaan-perusahaan migas di negara-negara tetangga kita tersebut,? ujar dirut.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam keynote speech-nya mengatakan bahwa dalam hal menjaga ketahanan energi nasional perlu difokuskan pada konservasi energi. Purnomo menegaskan bahwa bicara mengenai demand side management dalam rangka mencapai ketahanan energi nasional, salah satu pilar penting adalah sisi kesadaran. Bagaimana menciptakan kesadaran di masyarakat bahwa energi sudah tidak murah lagi.
Purnomo menegaskan bahwa dalam hal energi, Indonesia termasuk negara yang boros. ?Konsumsi energi kita besar sekali dibandingkan dengan negara lain,? ujarnya.
Oleh karena itu, kata Purnomo, saya katakan penting sekali untuk meningkatkan awareness dari BUMN bahwa betapa pentingnya bagi kita untuk menghemat energi.
Sementara itu Menneg BUMN Sugiharto menggarisbawahi sinergi sesama BUMN. Menneg BUMN mengatakan bahwa peluang untuk sinergi ini besar sekali dan tema Menuju Ketahanan Energi Nasional sangat relevan dan kontekstual untuk dibahas bersama menjadi program aksi diantara BUMN.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum BUMN Executive Club Rudjito, dilanjutkan dengan Dirut Pertamina Ari H. Soemarno, kemudian sambutan dari Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, diikuti Presdir PT Danareksa Lin Che Wei dan keynote speaker dari Menteri Negara BUMN Sugiharto.


PENANDATANGANAN MOU

Disela-sela acara juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina dengan PT Perkebunan Nusantara dalam penyediaan crude palm oil, yang disaksikan oleh Menteri Negara BUMN. Kemudian juga penandatanganan MoU antara Kepala BPPT dengan empat pimpinan BUMN, yaitu PT. Kereta Api Indonesia, PLN, PTPN VIII dan PT. Pindad yang disaksikan Menteri Negara BUMN dan Menteri ESDM.