Sambutan Acara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66

18 Agustus 2011 08:03 WIB

Sambutan Acara

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66

Jakarta, 17 Agustus 2011

Disampaikan oleh :

President Director & CEO PT Pertamina (Persero)

Ibu Karen Agustiawan

 

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum wr. wb.

Selamat pagi, dan salam sejahtera bagi kita semua,

 

Yang saya hormati,
Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero),
Jajaran Direksi PT Pertamina (Persero),
Direksi Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero),
Pengurus PWP Pusat,
Seluruh Pekerja Pertamina di seluruh pelosok tanah air yang saya cintai dan banggakan,

 

Alhamdulillahirabbil'alamin, puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa melimpahkan nikmat kemerdekaan bagi bangsa ini. Seperti peringatan HUT Kemerdekaan tahun lalu, pada tahun 2011 ini, kita kembali memperingati hari kemerdekaan negara kita tercinta di tengah-tengah suasana Ramadhan. Adalah bulan yang sama, di mana proklamator kemerdekaan negeri ini telah mengumandangkan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 66 tahun silam. Karena itu, saya mengajak seluruh pekerja muslim Pertamina khususnya, dan seluruh pekerja Pertamina dari Sabang sampai Merauke pada umumnya, untuk mampu memberikan makna khusus terhadap peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini.

Sejak berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun lalu, Bangsa ini telah berjuang untuk lepas dari belenggu penjajahan bangsa asing. Kini, 66 tahun sudah kita menghirup udara kemerdekaan. Berdiri sebagai bangsa yang bermartabat dan bebas berjuang menentukan nasibnya sendiri. Tentu saja, sepanjang perjalanan sejarah kemerdekaan negeri ini, para pendahulu kita telah berupaya untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai cara. Gelombang aksi mengisi kemerdekaan ini pun harus kita akui ada kalanya naik dan ada pula kalanya turun. Namun yang pasti, jiwa kita harus tetap satu, yaitu menuju arah cita-cita untuk menjadi Bangsa yang Adil dan Makmur.

Saudara-saudara pekerja Pertamina di seluruh pelosok tanah air yang saya banggakan,
Berkaca dari pengalaman beratnya bangsa ini merebut dan mempertahankan kemerdekaannya, maka kita di Pertamina, harus senantiasa memanfaatkan nikmat kemerdekaan itu dengan bekerja dan memberikan yang terbaik bagi Pertamina, tempat kita semua mendedikasikan diri kita sekaligus beribadah kepada-Nya. Yang tidak kalah penting daripada itu, sebagai umat yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kita sepatutnya tak henti bersyukur karena telah diberikan amanat mengelola perusahaan seperti Pertamina. Bukan hanya karena kita bangga dapat bekerja di BUMN terbesar di Indonesia. Namun lebih dari itu, kita harus senantiasa ingat dan pahami, bahwa ibarat organ tubuh manusia, Pertamina adalah jantung dari bangsa ini. Pertamina adalah sumber energi Indonesia, yang memiliki peranan sangat penting bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia saat ini dan di masa-masa mendatang. Karena itu, bersyukur, bersyukur, dan senantiasa bersyukur, adalah hal yang perlu kita lakukan karena telah diberikan nikmat bergabung di Pertamina.

Pada momen yang sangat baik hari ini, saya ingin mengajak seluruh pekerja untuk sejenak merenung, kemudian menanamkan baik-baik apa yang saya sampaikan. Bangsa Indonesia akan sangat sulit untuk berkembang, jika Pertamina, yang menjadi tulang punggung perekonomianny ini tidak mampu untuk tumbuh dan berkembang dalam mempertahankan ketahanan energi nasional guna mengimbangi pertumbuhan negeri ini. Sampai saat ini, sejarah dunia mencatat, tidak ada satupun negara di dunia ini dapat lepas dari peran penting perusahaan energi nasional mereka.

Karena itulah, sungguh sangat tidak bijak, apabila kita yang dipercaya dan diberi amanat mengelola perusahaan sepenting Pertamina, justru tidak peduli dengan nasib Pertamina. Sikap acuh terhadap masa depan Pertamina adalah sama halnya dengan kita mengabaikan nasib bangsa ini. Dan itu artinya, secara tidak langsung kita telah mengingkari nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa ini.

Seluruh pejuang Pertamina yang saya banggakan,
Cukup banyak permasalahan yang menerpa Pertamina sepanjang semester pertama tahun 2011. Tidak sedikit dari permasalahan-permasalahan tersebut yang berdampak negatif terhadap perusahaan, baik secara finansial maupun non-finansial. Kita masih ingat, bulan April lalu, musibah kebakaran tanki timbun di Kilang RU IV Cilacap menjadi pukulan sekaligus tamparan terhadap kita semua. Sejumlah insiden baik yang menimbulkan fatality maupun tidak, juga masih mewarnai lingkungan kerja kita sehari-hari. Jika memang semua SOP Safety telah kita lakukan, berarti masih ada kelemahan, celah, ataupun kekurangan-kekurangan yang harus selalu kita evaluasi dan tingkatkan saat ini dan ke depan, sehingga kejadian kecelakaan kerja tidak akan pernah terulang di Pertamina.

Di sisi lain, saya harus mengapresiasi kinerja kita semua dalam mengatasi permasalahan ledakan gas LPG 3kg yang berhasil kita minimalisasi selama tahun 2011. Namun demikian hal ini jangan membuat kita berpuas diri. Selalu interospeksi, evaluasi, dan antisipasi agar potensi ledakan gas tidak muncul lagi ke depannya.

Meski demikian, ada pula yang harus menjadi keprihatinan kita bersama akibat munculnya isu baru di sektor niaga. Berita-berita tentang kelangkaan BBM di sejumlah SPBU muncul belakangan ini. Saya hanya ingin menegaskan dan memerintahkan, bahwa selama Bulan Ramadhan dan selama arus mudik maupun balik lebaran nanti, pastikan bahwa pasokan di seluruh SPBU Pertamina dalam kondisi aman. Jangan sampai terjadi kekosongan di SPBU kita, sehingga dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki itikad tidak baik terhadap keberhasilan proses transformasi kita menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

Permasalahan distribusi BBM PSO ini memang selalu menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Permasalahan kelebihan terhadap kuota BBM bersubsidi selalu menjadi pisau bermata dua bagi Pertamina. Jika memang demikian yang terjadi, sebagai perusahaan nasional, yang harus kita utamakan adalah bagaimana kepentingan masyarakat dapat kita penuhi terlebih dahulu. Pun demikian di bisnis LPG kita, saya pribadi, dan seluruh Direksi masih terus berjuang agar bisnis LPG non-PSO kita tidak terus merugi dan mampu menjadi salah satu sumber pendapatan sekaligus pencetak laba bagi Pertamina dari bisnis hilir non-PSO lainnya, seperti halnya bisnis BBM non subsidi, pelumas, aviasi, dan petrokimia.

Bisnis hulu kita, di satu sisi harus kita apresiasi karena tetap mampu mempertahankan peningkatkan produksi migas selama semester awal tahun ini. Keberhasilan kita mengambil alih pengelolaan Blok West Madura, juga merupakan catatan penting lain yang harus secepatnya kita maksimalkan potensinya. Tahun ini tinggal 4 bulan ke depan, namun secara keseluruhan, capaian produksi migas mapun panas bumi kita masih di bawah target RKAP 2011. Saya harapkan agar di waktu yang tersisa ini, kita semua dapat terus berjuang dengan maksimal untuk mensukseskan program kerja yang dipercayakan oleh pemegang saham.

Namun demikian, ada yang lebih penting dari itu semua. Sejalan dengan roadmap transformasi kita untuk menjadi produsen migas dan panas bumi terbesar di negeri sendiri, Pertamina juga memiliki kewajiban dalam memperjuangkan ketahanan energi nasional. Satu-satunya cara untuk itu adalah bagaimana kita mampu menemukan sumber-sumber cadangan migas maupun geothermal baru baik di dalam negeri maupun di negeri orang.

Kita harus belajar dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat, yang memiliki cadangan migas nasional untuk kepentingan 2 bulan, bahkan hingga 2 tahun mendatang. Meskipun bangsa seperti Korea tidak memiliki sumber migas dari lapangan dalam negeri, namun mereka gigih mencari peluang-peluang di negeri orang. Tidak ada salahnya kita mengikuti jejak mereka, ketika sumber cadangan migas di dalam negeri memang semakin sulit ditemukan dan itu yang terbaik untuk bangsa.

Untuk Saudara-saudaraku pekerja pengolahan saya mengapresiasi operational performance improvement yang terus dijalankan. Namun sekali lagi, jangan pernah puas dengan apa yang dicapai saat ini. Selalu temukan room of improvement, termasuk aspek budaya safety di kilang. Meski demikian saya juga sepenuhnya menyadari, dengan kondisi kilang yang rata-rata tidak ekonomis, sulit bagi kilang-kilang Pertamina untuk berkompetisi dengan kilang-kilang kelas dunia. Karena itu, pengembangan bisnis kilang ke depan harus fokus pada eksekusi proyek yang men-support langsung operasi kilang dan melakukan optimasi berkesinambungan selama pembangunan kilang baru belum mampu kita wujudkan.


Saudara-saudara pekerja dan pejuang perminyakan di seluruh Nusantara,

Keberhasilan Global Bond memang merupakan angin segar bagi investasi Pertamina. Namun melihat capaian investasi yang kita raih hingga bulan ini, kita perlu khawatir dan prihatin. Nilai investasi yang begitu besar belum sepenuhnya terserap oleh project-project yang direncanakan. Padahal dalam menyusun rencana investasi, Direksi telah menerapkan sistem bottom-up agar perencanaan bukan hanya sekedar angan-angan belaka, namun di lapangan ternyata masih banyak kendala yang dihadapi dalam mewujudkan proyek-proyek investasi tersebut. Saya ingin menyampaikan bahwa perencanaan dan koordinasi adalah hal yang penting dalam sebuah proyek. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus kita pertanggungjawabkan kepada investor. Saya tidak akan pernah bosan mengulangi pesan saya, Deliver your promises. Sekali kita membuat janji maka tidak ada kata mundur bagi kita. Kita harus bersama-sama mampu membuktikan kepada stakeholder bahwa Pertamina memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk mengembangkan bisnis ini dan mampu menjalankannya dengan efisien dan optimal.

 

Pekerja Pertamina, para pejuang energi nasional Indonesia yang saya banggakan,
Apa yang kita capai saat ini sesungguhnya tidak lepas dari doa dan semangat kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita. Untuk itulah, penting ada di dalam diri kita semua untuk terus menjaga semangat kita dalam memajukan perusahaan tercinta ini secara terus-menerus.  Saya menginginkan agar semangat transformasi ini selalu baru dan tak pernah padam.

Bertepatan dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945, dan sebagaimana tema nasional peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-66, yaitu Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhineka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk kokohkan Solidaritas ASEAN, marilah kita perbarui semangat transformasi kita, untuk bersama-sama bangsa ini, menjadi perusahaan energi nasional yang memimpin di kawasan ASEAN sebagaimana roadmap perjalanan transformasi kita. Tidak ada yang tidak mungkin kita raih, apabila kita benar-benar memiliki semangat untuk meraihnya.

Sekali lagi, hari ini adalah momen baik bagi kita untuk memperbarui semangat kita dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan. Saya ingin seluruh pejuang Pertamina peduli dan ikut memikirkan masa depan perusahaan ini, dan terus mempertahankan optimisme dalam berjuang bagi Pertamina dan bangsa. Sulut dengan semangat kemerdekaan untuk menyalakan semangat baru agar tidak pernah padam. Berbanggalah Anda sebagai insan Pertamina karena setiap energi yang Anda berikan untuk perusahaan ini insyaAllah merupakan ibadah bagi seluruh umat manusia di Indonesia. Tentu saja, semuanya itu harus kita barengi dengan senantiasa berendah hati, seraya memohon perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar seluruh usaha dan kerja keras kita akan selalu dilimpahi rahmat dan dibukakan jalan keluar terbaik bagi kita semua. Billahitaufik wal hidayah, Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

 

President Director & CEO,
Karen Agustiawan

 




This site is best viewed with Mozilla Firefox 3.0 or higher or Microsoft Internet Explorer 8.0 or higher