-
Profil Pertamina
-
Profil Pertamina
PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA.
-
Komitment Perusahaan
-
Jaringan
Provides information of PERTAMINA
- Karir
Kesempatan untuk berkembang di Pertamina sangat terbuka luas karenakami memiliki bisnis dari hulu sampai ke hilir, mulai dari Eksplorasi& Produksi, Pengolahan, Distribusi hingga Pemasaranproduk-produknya, serta panas bumi.
-
Profil Pertamina
- Bisnis Pertamina
-
Bisnis Pertamina
Kegiatan PERTAMINA dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia, terbagi ke dalam dua sector, yaitu Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan Anak-Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan.
-
Hulu
Kegiatan Direktorat Hulu Pertamina mencakup bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Aktivitas lainnya terdiri atas pengusahaan energi Coal Bed Methane (CBM) dan panasbumi.
-
Hilir
Usaha Hilir PT Pertamina (Persero) terdiri dari :
- Produk Kami
- Industry Marine
- Pengumuman
-
Bisnis Pertamina
- Berita Pertamina
- Hubungan Investor
- Tanggung Jawab Sosial
- K3LL
Sukses Global Bond, Pertamina raih Emerging Markets Award
24 Januari 2012
14:01 WIB
JAKARTA, Performa bond yang sangat baik di tengah kondisi krisis Eropa dan gejolak pasar menjadi alasan International Finance Review, institusi media terkemuka di kalangan pasar global, memberikan penghargaan Emerging Markets Award - Emerging Asia Bond kepada PT Pertamina (Persero).
Direktur Keuangan Andri T Hidayat dan Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko M. Afdal Bahaudin hadir untuk menerima penghargaan yang diserahkan pada 18 Januari 2012 di Grand Ballroom Grosvenor House, London. Malam penyerahan penghargaan tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.500 orang yang terdiri dari pimpinan perbankan global, pimpinan Investment Banks global, pelaku bisnis dari berbagai sektor industri dari beragam negara, serta Prince Royal Anne dari Keluarga Kerajaan Inggris yang hadir sebagai keynote speaker.
Penghargaan Emerging Markets Award - Emerging Asia Bond untuk Pertamina diberikan kepada instrument pendanaan yang diterbitkan oleh Pertamina, yaitu Global Bond US$1 miliar dengan tenor 10 tahun dan US$500 juta dengan masa tenor 30 tahun yang diterbitkan pada Mei 2011. Secara fundamental transaksi, keduanya memperoleh penghargaan karena termasuk dalam bond berkupon rendah (5.25% dan 6.5% masing-masing), serta mengalami kelebihan permintaan masing-masing 7X dan 10X.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyambut baik pengakuan para investor internasional ini. Karen mengatakan bahwa dengan penghargaan ini Global Bond Pertamina dipandang menunjukkan performa yang sangat baik di tengah kondisi krisis Eropa dan penurunan rating AS yang membuat pasar bergejolak.
Hal ini terutama jika dibandingkan dengan mayoritas emiten Asia, terutama dengan peringkat di bawah investment grade. Bond yang diterbitkan Pertamina diserap oleh lebih 300 investor yang berasal dari Amerika Serikat, Asia, dan Eropa.
Kinerja di pasar sekunder yang mayoritas diperdagangkan di level premium (di atas 100% value), dipandang tetap memiliki kinerja yang baik di tengah krisis Eropa dan Amerika Serikat.
Penghargaan yang diberikan oleh IFR mencerminkan penerimaan dan kepercayaan stakeholder -termasuk investor, media, pelaku pasar- terhadap Pertamina sebagai sebuah korporasi, maupun sebagai penerbit instrument pendanaan. "Kami juga mengucapkan terimakasih kepada International Finance Review yang sudah memberikan kepercayaan kepada Pertamina untuk mendapatkan penghargaan ini."
International Finance Review merupakan institusi media global yang menjadi rujukan para pelaku pasar modal internasional, investor, issuer (penerbit instrument) dan korporasi. IFR antara lain berkedudukan di New York, London, Frankfurt, Hong Kong & Tokyo dan memiliki jaringan pembaca di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Pertamina menargetkan investasi sebesar Rp52,8 triliun tahun ini dengan 80% untuk usaha hulu dan sisanya untuk proyek-proyek hilir. Di sektor hulu Pertamina akan meningkatkan kinerja dan melanjutkan program merger dan akuisisi dengan fokus di wilayah kerja migas domestik, dan meningkatkan kinerja portofolio di luar negeri dengan selektif.
Investasi di hilir akan dilakukan melalui program-program investasi upgrading kilang, seperti proyek RFCC Cilacap, pengadaan kapal-kapal pengangkut BBM dan LPG, pembangunan hyper terminal minyak mentah, terminal BBM, dan pembangunan infrastruktur hilir lainnya.
