Pertamina Launching Produk LSWR V-1250

Jakarta - Dalam proses transformasi tidak hentinya Pertamina melakukan upaya-upaya yang terus kontinyu untuk meningkatkan margin perusahaan khususnya di Direktorat Pengolahan melalui optimasi seperti efisiensi dan melakukan ide-ide yang kreatif.


Salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Pengolahan dalam meningkatkan margin yaitu dengan dilaunchingnya produk Low Sulphur Waxy Residue (LSWR) V-1250 sebagai terusan dari LSWR V-350 dan LSWR V-500 yang dikelola oleh Refinery Unit VI Balikpapan.


LSWR merupakan bottom produk dari Crude Distilling Unit (FOC II). LSWR digunakan sebagai bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi berbagai produk BBM dan NBM, disamping itu dapat dimanfaatkan sebagai minyak bakar untuk pemanas di negara-negara bersuhu dingin.


Di dalam LSWR V-1250 ini terdapat komponen Solar yang harganya lebih mahal daripada crude. Jadi tujuan utamanya adalah untuk mengambil Solar dan harganya bisa naik daripada perhitungan Solar yang didapatkan oleh Pertamina selama ini.


Dari produksi V-500 menuju V-1250 tersebut, Pertamina bisa merecover sekitar 5 hingga 10 persen Solar. Jadi Solar bisa dijual dengan harga sekitar 129 US Dolar / barrel dari harga yang sebelumnya sekitar 112 US Dolar/ barrel.


Sehingga keuntungan untuk satu kali pengapalan 200 ribu barrel, Pertamina bisa merecover sekitar 2,6 juta US dollar. Di harapkan pada 2012 nanti produksi V-1250 ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan jumlah volumenya dengan lebih dari satu kali pengapalan dalam sebulan.


" Melalui LSWR V-1250 ini, kita bisa mendapatkan saving setiap kali kita melakukan lifting 200 mb kita akan mendapatkan solar sekitar 10 mb atau 10 ribu barrel".


Demikian diungkapkan oleh VP Planning & Optimization, Heru Supandriyo dalam kesempatan menyaksikan launching LSWR V-1250 melalui video converence di lantai 15 Kantor Pusat Pertamina, Selasa (27/12).
Lebih lanjut Heru berharap dengan dilaunchingnya LSWR V-1250 ini maka akan membantu RU VI Balikpapan mendapatkan margin yang lebih besar lagi.